Tampilkan postingan dengan label Buku Putih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Putih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juni 2010

Penyusunan Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Kota

PENDAHULUAN


Penyusunan Buku Putih adalah untuk menjawab Dimana Kita Sekarang? Buku Putih dalam hal ini menguraikan kondisi dan permasalahan sanitasi yang dihadapi kab/kota dari berbagai aspek seperti aspek teknis dan kualitas pelayanan, kelembagaan dan peraturan, pendanaan, partisipasi masyarakat dan peran serta dunia usaha, dll.


Berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi permasalahan tersebut di atas, kemudian dirumuskan “Kemana Tujuan Kita?” dan “Bagaimana Mencapai Tujuan tersebut?”. Jawaban dari kedua pertanyaan tersebut kemudian dituangkan dalam Strategi Sanitasi Kota. Strategi ini mencakup visi dan misi sanitasi kota, tujuan dan sasaran, target, program dan rencana kerja. Untuk jelasnya keterkaitan antara Buku Putih (white book) dan Strategi Sanitasi ini dapat dilihat pada gambar berikut ini.




PENYUSUNAN BUKU PUTIH SANITASI


Buku Putih pada hakekatnya adalah gambaran karakteristik & kondisi sanitasi, serta prioritas/arah pengembangan kab/kota & masyarakat saat ini. Sedangkan kegunaan Buku Putih adalah sebagai baseline data tentang kondisi sanitasi kab/kota saat ini bagi penyusunan Strategi Sanitasi Kab/Kota (SSK) dan monev sanitasi.


Substansi Buku Putih Sanitasi mencakup:

  • Aspek teknis
  • Aspek kelembagaan sanitasi
  • Aspek keuangan sanitasi
  • Aspek komunikasi sanitasi
  • Aspek partisipasi masyarakat, jender & kemiskinan (pmjk)
  • Aspek partisipasi sektor swasta & lembaga non pemerintah
  • Akses masyarakat terhadap sarana sanitasi & PHBS

Proses penyusunan Buku Putih dilakukan oleh POKJA Kota/Kabupaten. Untuk memperoleh hasil yang optimal akan dilakukan tahapan-tahapan sebagai berikut:


1) Pelatihan Pokja

2) Pengkajian setiap aspek yang terdiri dari aktivitas:

  • Pengumpulan data sekunder dan primer
  • Diskusi (FGD, dan lokakarya)
  • Survey lapangan

3) Penetapan Area Berisiko.

4) Konsultasi Publik

5) Penyusunan dokumen


Salah satu output dari Buku Putih adalah Penetapan Area Berisiko Sanitasi dari berbagai aspek. Dengan adanya pemetaan ini dapat diketahui kelurahan / kecamatan mana saja yang mempunyai resiko sanitasi yang tinggi, menengah, rendah, dan aman (tidak ada resiko). Salah satu contoh Penetapan Area Berisiko Sanitasi dapat dilihat pada gambar berikut ini:




PENYUSUNAN STRATEGI SANITASI KOTA


SSK pada hakekatnya adalah sebagai strategi dan rencana pembangunan sanitasi jangka menengah kab/kota yang bersifat komprehensif dan terintegrasi. Sedangkan kegunaan SSK:

  • Acuan sharing peran antar pelaku pembangunan sanitasi
  • Kendali bagi realisasi pembangunan sanitasi yang berbasis kinerja
  • Gambaran kebutuhan pendanaan sanitasi tahunan dan jangka menengah

Substansi SSK secara garis besar mencakup:

  • Visi, misi, tujuan, dan sasaran pembangunan sanitasi
  • Zona dan sistem layanan sanitasi
  • Isu-isu strategis dalam pengelolaan sanitasi
  • Strategi Pembangunan Sanitasi
  • Program dan Kegiatan Jangka Menengah dan Tahunan

SSK sebagai dokumen perencanaan akan memberikan arahan terhadap zona-zona dan sistem pelayanan sanitasi, dan tahapan pembangunannya (jangka menengah dan panjang). Sebagai contoh di sektor pengelolaan air limbah, disini terdapat beberapa sistem yang layanan sanitasi yang dapat dikembangkan untuk kelurahan/kecamatan tertentu sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat, misalnya CLTS & MCK+, sistem on-site, dan sistem off-site.



PRINSIP KERJA PENYUSUNAN SSK

  • Skala kota dan multi sektor
  • Dari, oleh dan untuk Pokja
  • Sinkronisasi perencanaan top down & bottom up
  • Berdasarkan data empiris


Catatan:
  • Disarikan dari bahan presentasi Konsultan USDP pada acara Lokakarya Nasional 2010.

Rabu, 09 Juni 2010

Penyiapan Strategi Sanitasi Kota

APA ITU STRATEGI SANITASI KOTA?


Strategi Sanitasi Kota atau disingkat SSK adalah Perencanaan Strategis pembangunan sanitasi jangka menengah yang dilengkapi berbagai aspek pendukung : pendanaan, kelembagaan, sosial, dll.


PRINSIP PENYUSUNAN SSK

  • Dari, oleh, dan untuk kabupaten/kota
  • Komprehensif, skala kota (city wide) dan lintas sektor
  • Penggabungan pendekatan top down dan bottom up
  • Didasarkan pada data/kondisi sebenarnya (cakupan layanan, program/kegiatan eksisting, perilaku, dll).


APA SAJA MANFAAT SSK?

  • Bagi Daerah : memiliki blue print pembangunan sanitasi yang bersifat tuntas/ tidak tambal-sulam, efisien, efektif, tepat sasaran, dan dapat mengakomodasi /memayungi program sanitasi lainnya; dan program pembangunan sanitasi jangka menengah dengan target dan tahapan yang jelas dan terukur
  • Bagi Pemerintah Pusat : menjadi masukan untuk arah pembangunan nasional dan dukungan bagi pembangunan di daerah
  • Bagi Lembaga Donor dan Program : memberikan kejelasan dalam penyaluran bantuan yang efektif dan tepat sasaran
  • Bagi Masyarakat : merasa dilibatkan dari awal hingga pelaksanaan dan monev-nya  dukungan terhadap implementasi dan keberlanjutannya


TAHAPAN PENYUSUNAN SSK


1) Persiapan : Advokasi dan Penguatan Kelembagaan

  • Menggalang dukungan (termasuk dana) dari seluruh pemangku kepentingan
  • Membentuk lembaga ad-hoc lintas sektor sebagai wadah koordinasi tanpa mengurangi peran SKPD

2) Penyusunan Buku Putih

  • Pemetaan kondisi sanitasi kabupaten/kota berdasarkan data sekunder yang terkonsolidasi dan data primer hasil survei termasuk data berbagai program sanitasi yang sedang dilaksanakan
  • Sebagai dasar bagi penyusunan SSK

3) Penyusunan Strategi Sanitasi

  • Perencanaan strategis pembangunan sanitasi yang berisi berbagai program / kegiatan sanitasi dan dilengkapi komponen pendukung aspek kelembagaan, dll.


APA SAJA YANG HARUS DIPERSIAPKAN OLEH PEMERINTAH DAERAH?


1) Membentuk Pokja atau memperkuat Pokja yang telah ada

2) Menyiapkan anggaran untuk kegiatan koordinasi dan operasional Pokja selama penyusunan SSK, yang terdiri dari:

  • Perjalanan dinas untuk koordinasi luar kota dan mengikuti pelatihan
  • Pengembangan kapasitas melalui pelatihan internal dan dukungan teknis pemerintah pusat dan provinsi
  • Kegiatan studi dan survei untuk penyusunan SSK



Catatan:
  • Presentasi Bp. Nugroho Tri Utomo, BAPPENAS, dalam rangka Lokakarya Nasional di Jakarta.